Senin, 14 Februari 2011

HMJ-TE mengadakan Lomba Robot Line Tracer and Robo Soccer 2011

Lomba Robot ini di adakan oleh HMJ-TE Unika Widya Mandala Surabaya
Tanggal pendaftaran 3 Februari - 17 Februari 2011
Untuk pendaftaran Silahkan menghubungi :
CP : Anggoro (085648272117)

Untuk Persyaratan Peserta Lomba :

NB : "LOMBA INI KHUSUS UNTUK MAHASISWA JURUSAN TEKNIK ELEKTRO UNIKA WIDYA MANDALA SURABAYA"

Rule Line Tracer

  1. Dimensi robot: panjang robot = 20cm; lebar robot = 20cm; tinggi robot = 15cm.
  2. Lebar garis line tracer = 3cm.
  3. Total maksimum tegangan = 12volt.
  4. Dilarang menggunakan mikrokontroler.
  5. 1 tim maksimum beranggotakan tidak lebih dari  2 orang peserta.
  6. Tim peserta dilarang pinjam – meminjam, tukar – menukar bagian dan/ atau komponen robot milik dari tim peserta lain.
  7. Robot dari peserta dilarang merusak lapangan. Jika robot merusak lapangan baik disengaja ataupun tidak disengaja, panitia berhak memberikan sanksi termasuk sanksi diskualifikasi dari perlombaan.
  8. Durasi pertandingan maksimum 120 detik.
  9. Jika dalam 120 detik kedua robot yang berada di lapangan masih belum dapat menyentuh garis finish, maka robot yang telah mencapai jarak terdekat dengan garis finish yang akan dinyatakan menang.

Rule Robo Soccer

  1. Dimensi robot: panjang robot = 20cm; lebar robot = 20cm; tinggi robot = 15cm.
  2. Total maksimum tegangan = 12volt/ robot.
  3. Robot dari peserta dilarang merusak lapangan. Jika robot merusak lapangan baik disengaja ataupun tidak disengaja, panitia berhak memberikan sanksi termasuk sanksi diskualifikasi dari perlombaan.
  4. Durasi pertandingan maksimum 2 x 120 detik. Jika dalam kurun waktu 2 x 120 detik skor pertandingan masih seri, maka akan dilakukan adu penalti dengan ketentuan masing – masing tim untuk menendang penalti sebanyak 2 kali kesempatan. Dan jika masih terjadi kedudukan seri maka adu penalti akan dilanjutkan diluar ketentuan 2 kali kesempatan.
  5. 1 tim terdiri dari 2 robot, yaitu: 1 robot penyerang dan 1 robot bertahan.
  6. Robot bertahan tidak boleh dalam posisi diam di dalam kotak penalti sendiri jika tidak ada bola dalam kotak penalti sendiri baik sengaja maupun tidak disengaja dalam kurun waktu 3 detik.
  7. Robot bertahan boleh ikut membantu menyerang, namun hanya sebatas garis tengah.
  8. Dilarang keras sampai merusak / menghancurkan robot tim lawan. Pengendali boleh menggunakan wireless ataupun kabel.
  9. Tim peserta dilarang pinjam – meminjam, tukar – menukar bagian dan/ atau komponen robot milik dari tim peserta lain.
  10. Jika poin No. 6 dan 7 dilanggar, maka tim pelanggar akan mendapat hukuman penalti. Jika poin no 8 dilanggar maka tim pelanggar akan mendapat sanksi dari panitia sampai dengan sanksi diskualifikasi.

Minggu, 30 Januari 2011

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi

PT Chevron Geothermal Indonesia Ltd adalah Peraih Penghargaan Sustainable Engineering  PII 2009, Peringkat Emas.

Chevron Geothermal Indonesia Ltd (CGI) merupakan operator KOB (Kerjasama Operasi Bersama) Pertamina untuk Lapangan Panasbumi  Darajat. Kegiatan operasional CGI adalah memasok steam/uap ke Pembangkit Listrik PT. Indonesia Power  55 MW, serta mengoperasikan sendiri Lapangan Uap dan Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi 200 MW untuk dialirkan dalam jaringan interkoneksi JAMALI.
Lapangan Panasbumi dan PLTP derajat terletak di kabupaten Garut – Jawa Barat, terletak sekitar 20 km sebelah barat Kota Garut, dan 10 km sebelah barat daya Lapangan Panasbumi Kamojang.
Secara geografis letak wilayah kerja Lapangan Panasbumi Darajat berada pada koordinat 7? 11’9” LS sampai 7? 15’40” LS, dan 107?41’54” sampai 107?45’40” BT.
Chevron merupakan Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTPb) yang menghasilkan listrik dengan menggunakan bahan baku hydrothermal atau uap panas (steam) dari panas bumi. Steam dari Lapangan Panas bumi Darajat merupakan jenis uap kering (dry steam).
Pembangkit listrik dengan menggunakan bahan baku panas bumi mempunyai beberapa kelebihan diantaranya menggunakan bahan baku yang terbarukan (renewable), berkelanjutan karena kondesat yang dihasilkan diinjeksikan kembali ke geothermal reservoirs untuk menghasilkan uap kembali. Dengan demikian tidak ada limbah cair industri, proses operasi yang bersih dan ramah lingkungan karena tidak ada pembakaran fosil –  sehingga dapat mengurangi udara emisi dan pemakaian sumber daya air.
Teknologi ini sangat bermanfaat untuk pemenuhan kebutuhan listrik nasional, mereduksi gas rumah kaca, menekan konsumsi bahan bakar fosil, kontribusi energi untuk interkoneksi JAMALI, mengembangkan cadangan energi panas bumi, dan mengurangi pemakaian bahan bakar fosil. Ini telah diterapkan di desa Padawas, Kabupaten Garut – Jawa Barat.
Teknologi yang dikembangkan Chevron adalah Lapangan Uap Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi. Salah satu prioritas pemerintah Indonesia dalam pengusahaan sumber daya energi alternatif adalah dengan mengembangkan sumber daya panas bumi. Hal ini sejalan dengan kebijakan diversifikasi energi, penghemat penggunaan bahan bakar minyak bumi, menopang peningkatan kebutuhan energi listrik di Indonesia. Salah satu sumber daya energi  yang cukup melimpah di Indonesia adalah energi panas bumi. Sebagai negara dengan sejumlah besar gunung berapi, Indonesia termasuk salah satu negara yang memiliki sumber daya energi panas bumi dalam kapasitas yang besar.
Pemanfaatan energipanas bumi secara konvensional dilakukan dengan melakukan pemboran (drilling) pada sumur –sumur bor, seperti layaknya sumur-sumur minyak. Bila sumur-sumur ini ditajak sampai mencapai pada kedalaman tertentu, maka akan diperoleh zona sumber panas uap (productive geothermal zone) atau disebut juga sebagai geothermal reservoirs yang berisi air panas dan uap panas. Temperatur  uap di dalam reservoirs dapat mencapai 240?C, dimana pada temperatur  ini uap telah mencapai uap sangat jenuh (superheated steam). Uap panas dari reservoirs akan dengan mudah mengalir ke permukaan melalui lubang bor untuk selanjutnya dialirkan ke proses pembangkit listrik (power plant).
Lapangan Panas bumi Darajat dikategorikan sebagai sistem dominasi uap atau vapour dominated system, yaitu sistem panas bumi dimana sumur-sumurnya memproduksi uap kering.  Hal ini dikarenakan rongga-rongga batuan reservoir-nya sebagian besar berisi uap panas. Uap panas yang dihasilkan dari beberapa sumur (well) di lapangan panas bumi Drajat sudah mencapai tingkatan uap sangat jenuh (superheated steam). Diperkirakan 35% batuan reservoir – nya berisi air panas, sedangkan rongga-rongga lainnya berisi uap. Dalam sistem dominasi uap tekanan dan temperatur umumnya relatif tetap terhadap kedalaman. Pemanfaatan energi panas bumi dapat dilakukan dengan cara konvensional  ataupun dengan pemanfaatan panas batuan kering.

Process Flow
Uap dari sumur dilewatkan pada katup pengatur tekanan PCV dialirkan ke bejana tekan scrubber untuk menaikkan kekeringan, kemudian uap dialirkan ke turbin setelah melalui alat ukur venturi dan menuju turbin memutar generator menghasilkan listrik. Uap panas dari turbin mengalir ke condenser sehingga mengalami kondensasi dengan bantuan air yang bersumber dari cooling tower. Condenser bertugas menjaga tekanan disisi buangan turbin tetap rendah agar daya keluaran turbin sesuai rancangan. Gas yang tidak terkondensasi (NCG) di dalam uap dihisap oleh sistem pembuangan yang kemudian mengirimkannya ke cooling tower. Kipas pada cooling tower membantu menyebarkan gas yang tak terkondensasi ke udara bebas.

Pemanfaatan Limbah B3 untuk Material Bangunan dan Jalan

Salah satu limbah yang dihasilkan dari kegiatan operasional PLTPB CGI adalah drill cutting dari kegiatan pengeboran (drilling). Limbah drill cutting dapat dimanfaatkan sebagai pengganti agregat halus untuk konstruksi beton ringan. Untuk itu, perusahaan melakukan kajian guna memastikan pemanfaatan drill cutting tersebut tidak akan merusak kualitas lingkungan. Limbah drill cutting dapat dimanfaatkan untuk saluran drainase, blok beton, dan batako. Produk tersebut dipilih karena telah mengalami proses solidifikasi sehingga aman lingkungan. Komposisi campuran untuk memperoleh produk yang memenuhi SNI juga telah diupayakan.

Selasa, 21 Desember 2010

Robo Soccer


        Ide awal menggunakan robot dalam permainan sepak bola dicetuskan oleh Profesor Alan Mcworth dari Universitas British Columbia, Kanada dalam papernya yang berjudul “On Seeing Robot” yang dipresentasikan padaVI-92, 1992 dan dipublikasikan di buku Computer Vision: System, Theory, and Applications halaman 1-13, World scientific Press, Singapore, 1993. Beberapa seri dari paper yang diterbitkan oleh kelompoknya adalah tentang diinamo robot untuk sepak bola.
        Pada Bulan Oktober tahun 1992 sekelompok peneliti dari Jepang yang tergabung dalam Workshop on Grand Challange in Artificial Intelligence tengah mendiskusikan tentang kemungkinan penggunaan robot untuk sepak bola dan memecahkan masalah tentang kecerdasan buatan pada robot untuk sepak bola. Pada bulan Juni 1993 para peneliti Jepang yang dipromotori oleh Minoru Asada, Yasou Kuniyoshi, Hiroaki Kitano membentuk suatu liga sepak bola robot yang diberi nama Robot J-League. Para peneliti itu menggunakan kepopuleran olahraga sepak bola sebagai sarana promosi pengenalan teknologi robot dan kecerdasan buatan kepada dunia. Akhirnya pada tahun 1997 penggunaan robot dalam sepak bola pertama kali diadakan di Nagoya, Jepang dengan nama Robot World Cup Soccer Games, yang diikuti oleh 40 tim dari penjuru dunia dan disaksikan oleh lebih dari 5000 pemirsa. Setelah perlombaan pertama ini, perkembangan Roosoccer mengalami kemajuan yang sangat pesat. Pada perlombaan berikutnya yang diadakan di Paris, Perancis diikuti oleh hampir 100 tim dari berbagai negara. Kejuaraan ini diberi nama Robocup-98 Paris.
       Seiring dengan berkembangnya dunia robotika di Indonesia, robo-soccer kini telah dapat dibuat oleh anak-anak setingkat SMA bahkan SMP. Meskipun dalam kontek ini masi menggunakan rangkaian analog dan belum berbasis mikrokontroler, tapi biarpun hanya menggunakan ragkaian analog tetap memberikan kebanggaan dan kesenangan tersendiri bagi yang membuatnya. Brikut akan saya sharing rangkaian yang banyak beredar di PENS-ITS dan sekitarnya. Semoga bermanfaat.

Senin, 20 Desember 2010

HMJ - TE Unika Widya Mandala Surabaya


Lomba Robot Line Tracer dan Robo Soccer yang di adakan oleh HMJ Teknik Elektro Unika Widya Mandala Surabaya

Line Follower Robot

Line Follower Robot (Robot Pengikut Garis) adalah robot yang dapat berjalan mengikuti sebuah lintasan, ada yang menyebutnya dengan Line Tracker, Line Tracer Robot dan sebagainya. Garis yang dimaksud adalah garis berwarna hitam diatas permukaan berwarna putih atau sebaliknya, ada juga lintasan dengan warna lain dengan permukaan yang kontras dengan warna garisnya. Ada juga garis yang tak terlihat yang digunakan sebagai lintasan robot, misalnya medan magnet.

Seperti layaknya manusia, bagaimana manusia dapat berjalan pada mengikuti jalan yang ada tanpa menabrak dan sebagainya, tentunya karena manusia memiliki “mata” sebagai penginderanya. Begitu juga robot line follower ini, dia memiliki sensor garis yang berfungsi seperti “mata” pada manusia.

Sensor garis ini mendeteksi adanya garis atau tidak pada permukaan lintasan robot tersebut, dan informasi yang diterima sensor garis kemudian diteruskan ke prosesor untuk diolah sedemikian rupa dan akhirnya hasil informasi hasil olahannya akan diteruskan ke penggerak atau motor agar motor dapat menyesuaikan gerak tubuh robot sesuai garis yang dideteksinya.
Pada konstruksi yang sederhana, robot line follower memiliki dua sensor garis yang terhubung ke dua motor (kanan dan kiri) secara bersilang melalui sebuah prosesor/driver. Sensor garis A (Kiri) mengendalikan motor kanan, sedangkan sensor garis B (kanan) mengendalikan motor kiri.